bgoortraffic.com, JAKARTA – Perkembangan teknologi digital dinilai perlu disikapi secara serius oleh madrasah dan komite. Teknologi tidak hanya memengaruhi cara anak belajar di rumah dan di madrasah, tetapi juga membuka peluang untuk memperkuat komunikasi dan keterbukaan antara madrasah, komite, guru, dan orang tua.
Hal itu disampaikan H. Bahrul Hayat, Mantan Sekretaris Jenderal Kemenag, dalam wawancara usai kegiatan Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Kementerian Agama Republik Indonesia.
Menurutnya, ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam menyikapi perkembangan teknologi. Pertama, pengaruh teknologi terhadap cara anak belajar dan berinteraksi dengan sesamanya. Kedua, pemanfaatan teknologi untuk mendukung publikasi dan komunikasi.
“Komite dan madrasah harus sama-sama menyikapi pertimbangan dari teknologi ini dengan sangat serius. Ada teknologi yang memengaruhi bagaimana anak belajar di rumah dan di madrasah, serta berinteraksi dengan sesamanya,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa melalui komite, para orang tua dan madrasah dapat bersinergi menentukan langkah yang sebaiknya dilakukan, termasuk hal-hal yang perlu dikendalikan bersama dalam penggunaan teknologi oleh anak.
Dari sisi komunikasi, ia menilai platform digital menjadi sarana yang baik untuk menjalin hubungan tanpa harus selalu bertemu secara fisik.
“Insyaallah ini akan menjadi proses yang baik dalam membangun kebersamaan,” katanya.
Platform digital juga dinilai dapat menjadi jembatan bagi terciptanya hubungan yang transparan, kolaboratif, dan harmonis antara madrasah dan komite.
“Yang paling utama adalah berbagi tentang apa yang dilakukan madrasah dan komite, bagaimana melakukannya, dan bagaimana hasilnya. Saya kira program digital akan membantu,” tuturnya.
Terkait tantangan keterbatasan akses dan kemampuan digital, Bahrul menilai kendala tersebut semakin teratasi karena aplikasi kini dapat diakses secara mudah melalui telepon pintar.





