bogortraffic.com, KABUPATEN BOGOR— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar Gebyar Administrasi Kependudukan (Adminduk) 2025 yang dirangkaikan dengan peresmian Gerai Pelayanan Publik (GPP) Wilayah Bogor Barat di RSUD Leuwiliang.
Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, sebagai bentuk komitmen Pemkab Bogor dalam memperluas dan mempercepat layanan kependudukan yang merata hingga pelosok daerah.
Bupati Rudy menyampaikan bahwa administrasi kependudukan merupakan hak dasar warga negara yang harus dijamin pemenuhannya oleh negara. Namun, ia mengakui bahwa luas wilayah Kabupaten Bogor yang terdiri dari 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan menjadi tantangan besar dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Saya mengapresiasi sinergi lintas instansi dalam mendekatkan layanan ke masyarakat. Gebyar Adminduk ini bukan hanya soal dokumen, tapi wujud nyata kolaborasi membangun Kabupaten Bogor bersama,” ujar Rudy.
Sebagai langkah konkret, Rudy mengumumkan bahwa pada tahun 2025, Pemkab Bogor menargetkan penambahan layanan cetak KTP di seluruh 40 kecamatan agar warga tak perlu lagi menempuh jarak jauh ke pusat pemerintahan di Cibinong.
“Kami ingin layanan hadir di mana masyarakat tinggal. Jangan sampai warga perbatasan harus ke Cibinong hanya untuk cetak KTP,” katanya.
Bupati juga meminta dukungan pemerintah pusat untuk menambah kuota blanko KTP dan KK, guna memperlancar strategi jemput bola pelayanan langsung ke masyarakat.
Selain memperluas cakupan layanan, Pemkab Bogor juga meluncurkan Sistem Layanan Online Kependudukan (Siloka) dan mendorong penguatan jaringan pelayanan Adminduk melalui 435 kantor desa dan kelurahan.
Sementara itu, peresmian Gerai Pelayanan Publik (GPP) Bogor Barat di Gedung E RSUD Leuwiliang menjadi tonggak penting upaya mendekatkan layanan lintas sektor di wilayah barat Kabupaten Bogor. Rudy menargetkan pembentukan GPP di lima wilayah strategis, yakni Bogor Barat, Timur, Tengah, Utara, dan Selatan.
“Pemerintah wajib hadir dan menjemput bola. Bukan hanya memperbanyak titik layanan, tapi juga memastikan seluruh masyarakat terlayani dengan baik dan cepat,” tandasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Dukcapil Kemendagri RI, Teguh Setyabudi, turut memberikan apresiasi dan dukungan atas semangat kolaboratif Kabupaten Bogor dalam melayani masyarakat.
“Kami di pusat siap dukung penuh. Saya minta jajaran Dukcapil Kabupaten Bogor terus solid dan proaktif,” ujarnya.
Teguh mengungkapkan bahwa Kabupaten Bogor merupakan daerah dengan penduduk terbanyak se-Indonesia, yakni 5,89 juta jiwa per Desember 2024, bahkan melampaui beberapa provinsi di luar Jawa. Karena itu, ia menyebut, inovasi Adminduk di Bogor akan sangat berpengaruh pada skala nasional.
“Kalau kita bisa selesaikan masalah Adminduk di Bogor dan Jawa Barat, itu berarti kita telah menyelesaikan hampir 18 persen masalah Adminduk nasional,” pungkasnya.
Dengan semangat inovasi dan kolaborasi lintas instansi, acara ini diharapkan menjadi katalisator percepatan layanan kependudukan yang inklusif dan responsif di Kabupaten Bogor.





