bogortraffic.com, KABUPATEN BOGOR- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, menyatakan kesiapan usaha kecil menengah (UKM) dan koperasi dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa di seluruh sekolah di daerah ini. Anggaran program tersebut ditaksir mencapai Rp15 miliar per hari.
“Anggaran yang dibutuhkan diperkirakan Rp10 miliar hingga Rp15 miliar per hari untuk semua sekolah di Kabupaten Bogor. Jangan sampai kita hanya menjadi penonton ketika ada program ini, UMKM dan koperasi harus turut berperan,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor, Iman Wahyu Budiana, di Cibinong, Senin (11/11).
Pemkab Bogor kini mematangkan kolaborasi UMKM dan koperasi guna memperkuat modal usaha sehingga dapat mendorong perekonomian lokal. Saat ini, terdapat sekitar 34.636 UMKM dan 768 koperasi di Kabupaten Bogor, namun hanya sekitar 20 persen dari koperasi yang berstatus aktif dan siap memberikan bantuan permodalan.
“Ada perjanjian kerja sama antara koperasi dan UMKM, sehingga koperasi bisa merangkul UMKM yang ada,” jelas Iman.
Ia menambahkan bahwa koperasi dan UMKM memiliki hubungan erat dalam pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam uji coba program MBG, UMKM binaan Pemkab Bogor terlibat di dua sekolah, yakni SDN Pakansari 1 di Cibinong dan SMPN 3 di Cibungbulang.
Kegiatan ini didukung dana CSR dari Bank BJB untuk menggelar program yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program MBG sendiri baru akan dibiayai oleh pemerintah pusat pada 2025.
Makanan beserta susu kemasan senilai Rp15 ribu per porsi dibagikan kepada siswa selama lima hari. Pada uji coba di SDN Pakansari 1, yang berlangsung 1-7 November, sebanyak 665 siswa mendapatkan makanan bergizi, sementara di SMPN 3 Cibungbulang, yang akan berlangsung 18-22 November, akan melibatkan 829 siswa.
Program MBG ini diharapkan dapat memberikan nutrisi seimbang bagi para siswa sekaligus menjadi peluang ekonomi bagi pelaku UMKM dan koperasi di Kabupaten Bogor.






