bogortraffic.com, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu melalui program Sekolah Rakyat. Wujud konkret dari komitmen ini ditunjukkan dengan pembangunan Sekolah Rakyat yang berlokasi di Kecamatan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menjelaskan bahwa saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) guna mempercepat implementasi program Sekolah Rakyat tersebut.
“Kami telah menyiapkan lahan sekitar 5 hektare yang ada di Rancamaya untuk dijadikan kompleks Sekolah Rakyat,” ujarnya kepada media, Minggu (20/7/2025).
Dedie menambahkan, keberadaan Sekolah Rakyat ini sangat penting, mengingat saat ini ada 85 siswa tingkat SMP dari Kota Bogor yang menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Sentra Terpadu Intan Suweno yang berada di Cibinong, Kabupaten Bogor.
“Kalau nanti rampung (Sekolah Rakyat), mereka akan dipindahkan ke Sekolah Rakyat di Rancamaya,” imbuhnya.
Sekolah Rakyat di Rancamaya nantinya diperkirakan mampu menampung hingga 1.000 siswa, dengan fasilitas penunjang pendidikan yang lengkap dan berstandar nasional.
“Kami berharap kehadiran Sekolah Rakyat di Kota Bogor dapat membuka harapan bagi anak-anak berlatar belakang keluarga tidak mampu mengakses pendidikan yang baik,” tutur Dedie.
Ia menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat ini bertujuan mengakomodasi kebutuhan pendidikan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, yang selama ini kesulitan mengakses sekolah formal karena keterbatasan biaya dan fasilitas.
Dedie juga menekankan pentingnya pendataan yang akurat agar sasaran program tepat guna. Untuk itu, Pemkot Bogor telah mengompilasi data kemiskinan ekstrem dari pemerintah pusat dan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai dasar penentuan calon siswa Sekolah Rakyat.
Dengan sinergi antar lembaga pusat dan daerah, serta dukungan penuh dari masyarakat, Sekolah Rakyat di Rancamaya diharapkan menjadi model pendidikan inklusif yang mempersempit kesenjangan sosial dan mendukung upaya pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan.






