bogortraffic.com, BOGOR – Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari, mengungkapkan bahwa Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana mencabut subsidi BisKita TransPakuan dan menyerahkan pengelolaannya kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Hery berharap subsidi tetap dilanjutkan mengingat kondisi keuangan Kota Bogor yang perlu penyesuaian.
“Realisasi take over BisKita atau diserahkan kepada kita (Pemkot Bogor) kan seharusnya menurut perjanjian (di) 2026, tetapi mereka (Kemenhub) minta dipercepat, bahkan maunya 2024. Ya kita kan nggak bisa,” kata Hery setelah menerima kunjungan Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, di Balai Kota Bogor, Rabu (3/7/2024).
Hery menyebutkan pihaknya telah meminta bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk melobi pemerintah pusat agar subsidi tetap dilanjutkan. Menurut Hery, saat ini keuangan Pemkot Bogor sedang menurun.
“Sekarang sedang kita lobi, saya juga minta bantuan dari Pemprov agar melobi pusat untuk tetap memberi subsidi bagi BisKita,” kata Hery.
“Kalaupun kita take over lebih cepat dari 2026, harus ada penyesuaian dulu, ya minimal jangan semuanya dulu. Karena kemampuan keuangan kita, mohon izin saya sampaikan, bertahun-tahun dihadapkan pada pendapatan yang selalu tidak tercapai,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Kemenhub melaksanakan program layanan transportasi massal melalui skema pembelian layanan atau buy the service (BTS) di Kota Bogor. Program tersebut diwujudkan dalam bentuk bus bernama BisKita TransPakuan Kota Bogor.
Saat ini, sebanyak 49 unit BisKita TransPakuan melayani warga di empat koridor sejak November 2021. Rencananya, Pemkot Bogor akan menambah koridor dan unit BisKita untuk perluasan layanan angkutan.






