bogortraffic.com, BOGOR- Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Ridwan Muhibi, mendesak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) agar menambah kuota Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Bogor.
Permintaan ini disampaikan dalam pertemuan antara Komisi IV DPRD, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, dan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud pada Rabu (25/9/2024).
Ridwan mengungkapkan, saat ini Kabupaten Bogor telah mengajukan kuota sebanyak 2.303 untuk tenaga kependidikan melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).
“Kami mengkoordinasikan terkait kebutuhan PPPK tenaga kependidikan, yang saat ini sudah diajukan dengan kuota 2.303,” kata Ridwan Muhibi pada Jumat (27/9/2024).
Tidak hanya untuk tenaga kependidikan, Ridwan juga menekankan pentingnya penambahan kuota PPPK untuk tenaga Tata Usaha (TU) di sekolah-sekolah, yang saat ini masih mengalami kekurangan.
Hal ini dinilai penting guna meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di Kabupaten Bogor.
“Kami sampaikan bahwa kebutuhan PPPK tenaga teknis di sekolah, seperti tenaga TU, juga sangat kurang. Ke depan, kami akan segera ajukan tenaga TU untuk menjadi PPPK,” tambahnya.
Selain itu, Ridwan juga mengusulkan agar ujian PPPK bagi guru honorer yang sudah lama mengabdi dihapuskan. Namun, permintaan tersebut tidak diterima oleh Kemendikbud, yang beralasan bahwa ujian merupakan bagian dari penilaian kualitas tenaga pendidik.
“Kemendikbud tidak dapat menghapus ujian karena aturan tersebut bertujuan untuk menilai kualitas tenaga pendidik. Saya yakin guru yang sudah lama mengabdi akan lolos PPPK,” jelas Ridwan.
Dia juga berharap, dengan adanya skema PPPK, kesejahteraan para guru honorer dapat meningkat, meskipun diakui bahwa beban belanja pegawai di Kabupaten Bogor sudah melebihi 30 persen dari anggaran daerah.
“Meskipun beban belanja pegawai kita sudah tinggi, mudah-mudahan ikhtiar untuk mensejahterakan guru bisa menemukan solusi agar kebutuhan lainnya tetap terpenuhi,” pungkasnya.






