bogortraffic.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) konstruksi untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang andal, aman, dan berkelanjutan.
Hingga 22 Oktober 2026, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Bina Konstruksi (DJBK) mencatat capaian pembinaan sertifikasi terhadap 41.824 tenaga kerja konstruksi (TKK) di seluruh Indonesia.
Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan bahwa program sertifikasi tenaga konstruksi diharapkan membuat para pekerja mampu bekerja lebih profesional, efisien, dan aman dalam mendukung program Asta Cita.
“Asta Cita juga menugaskan kami untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur dan menciptakan lapangan kerja berkualitas. Karena itu, bagi kami, pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, tapi kendaraan kuat untuk menggerakkan ekonomi rakyat,” kata Menteri Dody.
Program sertifikasi secara berkelanjutan ini dilaksanakan oleh tujuh Balai Jasa Konstruksi Wilayah (BJKW) serta kerja sama dengan berbagai mitra DJBK untuk memastikan tenaga kerja memiliki kompetensi sesuai jenjangnya.
Berdasarkan wilayah pelaksanaannya, BJKW IV Surabaya mencatat jumlah pembinaan terbesar dengan 14.288 tenaga kerja, disusul BJKW III Jakarta sebanyak 6.872 tenaga kerja, dan BJKW VI Makassar sebanyak 6.691 tenaga kerja.
Sementara itu, BJKW I Banda Aceh membina 4.867 tenaga kerja, BJKW II Palembang sebanyak 3.478 tenaga kerja, BJKW V Banjarmasin sebanyak 3.311 tenaga kerja, serta BJKW VII Jayapura sebanyak 2.317 tenaga kerja.
Pembinaan ini mencakup tenaga kerja konstruksi terampil jenjang 1–6, tenaga kerja ahli jenjang 7, instruktur dan asesor, hingga tenaga kerja strategis.
Kementerian PU terus berkomitmen memperluas pembinaan kompetensi ini guna mendorong standar keselamatan, mutu, dan profesionalisme dalam mempercepat pembangunan nasional.





