bogortraffic.com, KOTA BOGOR – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, mendorong pengelolaan keuangan daerah yang lebih stabil melalui penerapan sistem berbasis teknologi dan real time. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pengendalian serta meningkatkan akuntabilitas anggaran di lingkungan Pemerintah Kota Bogor.
Kebijakan tersebut disampaikan Denny usai kegiatan pembinaan penatausahaan dan tata kelola keuangan yang berlangsung di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Kamis.
“Saat ini alat kerja sudah berbasis teknologi dan real time. Komunikasi antara pengurus barang dan PPTK bisa terkoneksi dengan lebih baik,” ujar Denny.
Menurutnya, penerapan sistem pengelolaan keuangan digital memungkinkan proses pengendalian dan monitoring dilakukan secara lebih optimal. Dengan sistem tersebut, potensi keterlambatan maupun kesalahan administrasi dapat ditekan sejak tahap awal.
Denny menjelaskan bahwa sistem digital yang terintegrasi membuat seluruh proses pengadaan hingga pembayaran dapat dipantau secara menyeluruh, termasuk transaksi melalui e-katalog.
“Dengan proses yang berjalan dari hulu ke hilir, mulai dari pengadaan sampai pembayaran, semuanya bisa langsung tercatat dan diinformasikan,” katanya.
Lebih lanjut, Denny menekankan pentingnya membangun sistem tata kelola keuangan yang konsisten dan tidak bergantung pada individu tertentu. Ia menginginkan pengelolaan keuangan di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor dapat berjalan seperti sistem “autopilot”.
Dengan sistem tersebut, meskipun terjadi pergantian petugas atau perbedaan latar belakang pendidikan, alur pengelolaan keuangan tetap mengikuti siklus aturan yang berlaku.
Selain penguatan sistem, Denny juga meminta agar jajaran Setda mampu menyiapkan laporan keuangan secara tepat waktu setiap kali dibutuhkan. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara bendahara, pejabat penatausahaan keuangan (PPK), dan pengurus barang agar proses administrasi tidak terhambat.
“Harapan saya, Inspektorat dapat membantu memonitor laporan keuangan per triwulan. Masing-masing memonitor, sehingga pada akhirnya Inspektorat tinggal mereviu dan melengkapi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Inspektorat Kota Bogor, Irwan Riyanto, menyatakan pihaknya sepakat dengan kebijakan yang diterapkan Sekda Kota Bogor. Ia menegaskan kesiapan Inspektorat untuk melakukan monitoring laporan keuangan secara berkala setiap triwulan guna mendukung pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel.





