bogortraffic.com, BOGOR– Seorang pria yang diduga hendak melakukan pencurian di kawasan Balai Kota Bogor tertangkap tangan oleh petugas keamanan pada Sabtu pagi (31/5/2025).
Pelaku yang mengaku bernama Asep, warga asal Jakarta, langsung diamankan oleh satuan pengamanan Balai Kota bersama anggota Satpol PP Kota Bogor.
Penangkapan ini berawal dari pemantauan intensif melalui kamera CCTV, setelah pria tersebut sebelumnya terlihat mondar-mandir secara mencurigakan di area perkantoran pemerintahan tersebut. Asep bahkan telah masuk dalam pantauan petugas sejak kasus pencurian helm di area parkir belakang beberapa waktu lalu.
“Awalnya teman saya lihat gerak-geriknya lewat CCTV. Pelaku ini sudah dikenali wajahnya dari kejadian kemarin. Pas didekati, dia menghindar ke arah perpustakaan. Kita ikuti terus sampai akhirnya tertangkap di depan perpustakaan, waktu dia lagi menerima telepon,” ungkap Chandra S, Satpam Balai Kota Bogor.
Saat pertama kali diamankan, Asep berdalih hendak ke masjid untuk buang air besar. Namun alasan tersebut tidak membuat petugas percaya begitu saja. Setelah diinterogasi lebih lanjut, Asep justru mengakui bahwa ia sebelumnya memang mencuri helm milik pegawai bagian protokol Wali Kota Bogor.
“Wajahnya sudah terekam CCTV. Dia juga mengakui sendiri ambil helm kemarin,” tambah Chandra.
Menurut anggota Satpol PP Kota Bogor, Handika, pelaku diduga bukan kali pertama melakukan pencurian di lingkungan Balai Kota. Ia bahkan disebut pernah terlibat dalam beberapa kasus kehilangan barang lain, mulai dari helm, sepatu dinas, hingga handphone.
“Pernah ambil helm dua kali, sepatu dinas di masjid juga, bahkan HP. Kejadiannya tidak tentu, sebulan belum tentu sekali,” ungkap Handika.
Alasan Ekonomi, Pelaku Masih Diamankan
Dalam pengakuannya, Asep mengaku melakukan aksi pencurian karena alasan ekonomi, mulai dari untuk makan sehari-hari hingga modal berdagang. Namun hingga saat ini, pelaku masih diamankan oleh petugas keamanan Balai Kota untuk proses pendalaman dan pembinaan lebih lanjut.
Meski belum diserahkan kepada pihak kepolisian, petugas menyebut pihaknya tengah mempertimbangkan langkah lanjutan, apakah akan dilakukan pembinaan sosial atau proses hukum.
Insiden ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya sistem keamanan di lingkungan perkantoran publik, termasuk monitoring CCTV dan patroli rutin.
Kasus ini menjadi catatan penting bagi Pemerintah Kota Bogor dalam memperketat pengamanan lingkungan perkantoran. Selain itu, potret kejahatan kecil berbasis kebutuhan ekonomi seperti ini membuka ruang diskusi lebih luas tentang perlunya solusi sosial dan intervensi kemiskinan di kawasan urban.





