bogortraffic.com, CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersiap melakukan transformasi besar dalam pengelolaan sampah. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyebut pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga direncanakan mulai dibangun pada 2026 setelah proses lelang proyek tersebut selesai.
Rudy Susmanto menjelaskan bahwa pemenang proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik tersebut telah ditetapkan setelah melalui proses lelang ketat yang diikuti oleh puluhan perusahaan internasional.
Proses lelang megaproyek ini menarik perhatian investor global. Rudy mengungkapkan bahwa persaingan didominasi oleh perusahaan dari Asia Timur dan Eropa.
“Setelah shalat Isya kemarin kami diinformasikan bahwa pemenang PSEL untuk pengelolaan sampah menjadi energi listrik di Kabupaten Bogor sudah siap dan seluruh tahapan prosesnya telah selesai,” ujar Rudy Susmanto di Cibinong, Sabtu (15/3/2026).
Ia mengatakan proses lelang proyek tersebut diikuti oleh 24 perusahaan dari berbagai negara, dengan mayoritas peserta berasal dari China. Secara rinci, 21 perusahaan berasal dari China, dua perusahaan dari Jepang, dan satu perusahaan dari Eropa.
“Dari 24 yang mengikuti lelang, 21 berasal dari China, dua dari Jepang dan satu dari Eropa, dan dimenangkan oleh salah satu perusahaan dari China,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan pembangunan fisik di TPA Galuga dimulai pada 2026 dengan target penyelesaian paling cepat pada Desember 2027 dan maksimal beroperasi penuh pada 2028.
Fasilitas ini tidak hanya mengolah sampah baru, tetapi juga membersihkan tumpukan sampah lama.
“Targetnya lima sampai sepuluh tahun ke depan maksimal sepuluh tahun sampah lama di TPA Galuga bisa diproses untuk pengolahan sampah menjadi energi listrik,” ujar Rudy.
Keberadaan PSEL ini diharapkan membawa perubahan besar bagi wilayah Bogor Barat, khususnya Kecamatan Cibungbulang, melalui sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan.
Kabupaten Bogor patut berbangga karena menjadi salah satu dari empat lokasi di Indonesia yang dipilih pemerintah pusat untuk proyek strategis ini, bersaing dengan kota-kota besar lainnya.
“Dari 514 kabupaten dan kota di Indonesia, pemerintah membangun di empat lokasi, yaitu Bogor Raya, Bekasi di Bantar Gebang, Bali dan Batam,” tegas Rudy.
Bupati berharap pembangunan fasilitas ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Bogor dalam meningkatkan tata kelola lingkungan sekaligus memberikan manfaat energi bagi masyarakat luas.





